Cara Melatih Lompatan Tinggi untuk Blocking Voli

cara-melatih-lompatan-tinggi-untuk-blocking-voli

Cara Melatih Lompatan Tinggi untuk Blocking Voli. Blocking voli yang efektif sangat bergantung pada kemampuan lompat vertikal tinggi. Semakin tinggi Anda melompat, semakin luas area blok yang bisa ditutup dan semakin sulit bagi penyerang lawan untuk tembus. Lompatan tinggi bukan hanya soal bakat genetik, tapi bisa ditingkatkan melalui latihan terstruktur yang fokus pada kekuatan, daya ledak, dan teknik. Dengan pendekatan yang tepat, pemain voli di semua level bisa tambah tinggi lompatan beberapa sentimeter dalam waktu beberapa bulan. INFO PROPERTI

Penguatan Otot Dasar untuk Daya Ledak: Cara Melatih Lompatan Tinggi untuk Blocking Voli

Fondasi lompatan tinggi adalah otot kaki yang kuat dan eksplosif. Fokus utama pada quadriceps, hamstring, gluteus, dan betis. Latihan beban seperti squat, deadlift, dan lunges sangat penting untuk bangun kekuatan dasar. Lakukan 3-4 set dengan 8-12 repetisi, gunakan beban sedang hingga berat.

Setelah kekuatan dasar terbentuk, lanjut ke latihan plyometric seperti squat jump, tuck jump, dan box jump. Plyometric latih otot bereaksi cepat dan ledak. Mulai dengan 3 set 10 repetisi, tingkatkan intensitas secara bertahap. Tambahkan calf raise dan single-leg hop untuk keseimbangan dan kekuatan betis. Latihan ini dilakukan 3 kali seminggu, dengan hari istirahat di antaranya agar otot pulih optimal.

Teknik Approach dan Timing Lompatan: Cara Melatih Lompatan Tinggi untuk Blocking Voli

Blocking voli beda dengan smash karena approach lebih pendek dan timing harus presisi. Gunakan 2-3 langkah cepat untuk dekati net, dengan langkah terakhir kuat dan rendah untuk konversi energi horizontal jadi vertikal. Planting foot harus tepat di bawah net, lutut ditekuk sekitar 130 derajat sebelum dorong ke atas.

Ayunkan kedua tangan dari belakang ke depan atas secara simultan untuk tambah momentum. Timing lompatan harus pas saat penyerang lawan mulai swing, agar tangan sudah di atas net saat bola dipukul. Latihan dengan partner yang simulasi smash atau pakai bola dari mesin bisa asah timing ini. Fokus juga pada posisi tubuh tetap tegak saat lompat, agar blok stabil dan tidak mudah ditembus.

Latihan Spesifik Blocking dan Koordinasi

Latihan spesifik seperti wall block atau shadow blocking bantu tingkatkan tinggi dan durasi di udara. Berdiri di depan dinding, lompat dan pegang posisi tangan di atas net selama mungkin. Tambahkan resistance band di pergelangan kaki untuk latih kekuatan lateral saat blok.

Koordinasi mata dan tangan penting: latih baca gerakan penyerang lawan untuk antisipasi arah smash. Drill double atau triple block dengan rekan tim bantu pahami positioning. Gabungkan semua dengan latihan core seperti plank dan Russian twist agar tubuh tetap stabil saat di udara. Istirahat cukup dan nutrisi protein tinggi dukung pemulihan otot setelah latihan intens.

Kesimpulan

Melatih lompatan tinggi untuk blocking voli butuh kombinasi penguatan otot, teknik approach tepat, dan latihan spesifik yang konsisten. Dari plyometric untuk daya ledak hingga drill timing di net, semua elemen saling dukung agar blok semakin efektif. Hasilnya tidak instan, tapi dengan latihan rutin 3-4 kali seminggu selama 8-12 minggu, tinggi lompatan bisa naik signifikan. Yang terpenting, lakukan dengan teknik benar untuk hindari cedera dan nikmati proses jadi blocker lebih tangguh di lapangan. Dengan dedikasi, blocking Anda siap jadi benteng kokoh bagi tim.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *