Peraturan Sentuhan Bola yang Sah dalam Permainan Voli. Sentuhan bola yang sah merupakan inti dari permainan bola voli yang menjaga alur cepat dan dinamis. Aturan ini mengatur bagaimana pemain boleh menyentuh bola, termasuk jumlah sentuhan tim, bagian tubuh yang diizinkan, serta larangan seperti catch atau prolonged contact. Dalam regulasi resmi internasional periode 2025-2028, bola boleh disentuh hingga tiga kali per tim sebelum dikembalikan ke sisi lawan, dengan pengecualian pada blocking. Perubahan terbaru, seperti toleransi lebih longgar pada double contact saat setting di sisi sendiri, membuat permainan semakin fleksibel tanpa mengorbankan fairness. Pemahaman aturan sentuhan bola membantu pemain menghindari fault, wasit menilai akurat, serta penonton menikmati rally yang panjang dan spektakuler. REVIEW WISATA
Sentuhan Bola Dasar dan Batasan Tim: Peraturan Sentuhan Bola yang Sah dalam Permainan Voli
Setiap tim hanya boleh menyentuh bola maksimal tiga kali (ditambah blocking) sebelum bola harus melewati net. Sentuhan pertama biasanya untuk receiving servis atau dig, kedua untuk setting, dan ketiga untuk attack seperti spike. Bola boleh menyentuh berbagai bagian tubuh—tangan, lengan, kaki, dada, hingga kepala—selama kontak bersih dan bola langsung rebound tanpa tertahan.
Jika bola menyentuh dua pemain secara simultan, dihitung sebagai dua sentuhan kecuali pada blocking yang tidak dihitung sebagai hit tim. Pelanggaran empat sentuhan langsung memberikan poin kepada lawan. Aturan ini memaksa tim bermain cepat, mendorong passing akurat dan serangan variatif, terutama pada first touch yang sering sulit diprediksi dari servis keras lawan.
Pelanggaran Umum: Double Contact, Catch, dan Lift: Peraturan Sentuhan Bola yang Sah dalam Permainan Voli
Double contact terjadi saat satu pemain menyentuh bola dua kali berturut-turut, biasanya pada overhead pass atau setting. Namun, perubahan terbaru mengizinkan double contact selama setting jika bola tetap di sisi sendiri dan tidak ada dua sentuhan jelas terpisah. Jika bola dikirim ke sisi lawan, aturan ketat lama tetap berlaku—double contact langsung fault.
Catch dan lift dilarang karena bola tidak boleh tertahan atau diangkat secara prolonged; harus rebound langsung. Contoh lift: bola bergerak ke bawah signifikan saat di tangan, atau kontak terlalu lama. First touch dari servis atau attack keras mendapat toleransi lebih, karena kondisi bola sulit dikontrol. Wasit menilai berdasarkan kebersihan kontak, bukan posisi tubuh, untuk menjaga kelancaran rally.
Situasi Khusus pada Blocking dan First Touch
Blocking tidak dihitung sebagai sentuhan tim, sehingga setelah block, tim masih punya tiga sentuhan penuh. Blocker boleh menyentuh bola berulang selama satu aksi, dan bola boleh menyentuh net saat blocking. Pada first touch—terutama receiving servis atau dig dari attack—pemain mendapat kelonggaran lebih untuk double contact atau hard-driven ball, asal tidak catch.
Bola boleh menyentuh net saat melewati, selama tidak mengganggu lawan. Dalam beach volleyball, aturan serupa tapi lebih longgar pada setting, dengan trial toleransi double saat bola di sisi sendiri. Situasi ini sering menciptakan rally panjang, di mana skill pertahanan dan adaptasi cepat menjadi kunci sukses tim.
Kesimpulan
Peraturan sentuhan bola yang sah terus berkembang untuk membuat bola voli lebih atraktif dan accessible, dengan toleransi baru pada double contact saat setting di sisi sendiri. Dari batas tiga sentuhan hingga larangan catch yang ketat, aturan ini memastikan permainan tetap rebound sport yang cepat dan adil. Bagi pemain, menguasai sentuhan bersih berarti mengurangi fault dan memaksimalkan rally, sementara bagi wasit, penilaian akurat menjaga integritas laga. Pada akhirnya, regulasi ini memperkuat esensi bola voli sebagai olahraga tim yang menguji teknik, kecepatan, dan kerjasama di level internasional maupun rekreasi.