Peraturan Servis Voli Modern Sesuai Standar Resmi. Peraturan servis dalam olahraga voli modern terus menjadi sorotan utama karena menjadi elemen pembuka rally yang sangat menentukan strategi dan hasil permainan, terutama dengan pembaruan resmi dari FIVB untuk periode 2025-2028 yang mulai berlaku sejak awal tahun lalu dan diterapkan di semua kompetisi internasional serta nasional. Servis bukan lagi sekadar cara memulai permainan, melainkan senjata ofensif yang bisa langsung mencetak poin ace atau memaksa kesalahan lawan, sehingga pemahaman mendalam tentang aturan terkini sangat penting bagi pemain, pelatih, dan wasit agar tidak ada kesalahan yang merugikan tim. Di era sekarang di mana tempo permainan semakin cepat dan teknik jump serve semakin dominan, perubahan-perubahan kecil seperti waktu eksekusi, screening, serta fleksibilitas posisi tim penyaji servis membuat aturan ini terasa lebih adil sekaligus menantang, sehingga artikel ini akan membahas detail peraturan servis sesuai standar resmi terbaru agar tim bisa mengoptimalkan teknik tanpa melanggar aturan. INFO SAHAM
Urutan dan Otorisasi Servis yang Harus Diikuti Ketat: Peraturan Servis Voli Modern Sesuai Standar Resmi
Servis selalu dilakukan oleh pemain di posisi kanan belakang sesuai urutan yang tercatat di lembar susunan pemain, di mana setelah servis pertama di set ditentukan oleh lemparan koin, servis selanjutnya bergantian antar set dan bergantung pada siapa yang memenangkan rally sebelumnya, sehingga pemain harus rotasi tepat waktu untuk menjaga urutan servis agar tidak kena fault rotasi yang langsung memberikan poin ke lawan. Wasit pertama memberikan otorisasi servis setelah memastikan kedua tim siap dan server memegang bola, dengan server memiliki waktu maksimal delapan detik sejak peluit untuk memukul bola, sementara servis yang dilakukan sebelum peluit dibatalkan dan diulang tanpa sanksi. Aturan ini menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik, karena keterlambatan atau terburu-buru bisa mengakibatkan kehilangan momentum, terutama ketika tim sedang dalam tekanan tinggi atau saat servis jump yang membutuhkan waktu lebih lama untuk persiapan.
Teknik Eksekusi Servis dan Larangan yang Harus Dihindari: Peraturan Servis Voli Modern Sesuai Standar Resmi
Eksekusi servis mengharuskan bola dipukul dengan satu tangan atau bagian lengan setelah dilempar atau dilepas dari tangan, dengan hanya satu kali lemparan yang diperbolehkan meskipun bola boleh digerakkan atau didribel di tangan sebelum dilempar, sementara pada servis lompat server tidak boleh menyentuh garis akhir atau lantai di luar zona servis saat kontak bola atau take-off, tapi setelah pukulan kaki boleh mendarat di dalam lapangan atau di luar zona. Zona servis berada di belakang garis akhir sepanjang lebar lapangan, dan server harus memukul bola dalam delapan detik, di mana pelanggaran seperti menyentuh garis saat pukulan, melakukan servis sebelum otorisasi, atau melebihi waktu akan langsung mengubah hak servis ke lawan. Perubahan terbaru menambahkan penekanan pada screening di mana pemain tim penyaji tidak boleh mengangkat tangan di atas kepala selama servis hingga bola melewati net, serta larangan gerakan tangan atau lompatan yang menyembunyikan pukulan servis dan lintasan bola dari pandangan lawan, sehingga aturan ini bertujuan meningkatkan fair play dan mengurangi taktik curang yang mengganggu penerima.
Screening dan Kesalahan Servis yang Sering Terjadi
Screening menjadi salah satu aspek paling diperketat dalam peraturan terbaru, di mana pemain tim penyaji dilarang melakukan screening individu atau kolektif dengan melambai tangan, melompat, bergerak menyamping, atau berdiri bergerombol sehingga menyembunyikan pukulan servis dan lintasan bola hingga bola mencapai bidang vertikal net, dengan sanksi langsung berupa kehilangan servis dan poin ke lawan jika wasit menilai ada niat menyembunyikan. Kesalahan servis lainnya termasuk bola tidak melewati net, menyentuh net lalu jatuh di sisi sendiri, atau keluar batas, serta fault posisi jika rotasi tidak benar sebelum servis, meskipun setelah pukulan servis pemain tim penyaji boleh berpindah posisi bebas tanpa overlap fault, yang merupakan penyesuaian signifikan untuk memperkuat pertahanan dan memperpanjang rally. Aturan ini membuat servis tidak hanya bergantung kekuatan tapi juga kecerdasan taktik, karena tim harus menjaga keseimbangan antara kekuatan pukulan dan kepatuhan posisi agar tidak kena sanksi yang bisa menumpuk kerugian poin.
Kesimpulan
Peraturan servis voli modern sesuai standar resmi FIVB 2025-2028 menekankan keseimbangan antara kecepatan, fair play, dan teknik yang tepat, dengan penyesuaian seperti waktu delapan detik, larangan screening tangan di atas kepala, serta fleksibilitas posisi setelah servis yang membuat permainan lebih dinamis dan adil. Dengan memahami urutan servis, otorisasi, eksekusi, serta larangan screening dan kesalahan umum, tim bisa mengoptimalkan servis sebagai senjata utama sambil menghindari fault yang merugikan. Bagi pemain dan pelatih, latihan rutin tentang timing, posisi, dan kesadaran wasit menjadi kunci sukses, karena servis yang akurat dan legal sering kali menjadi pembeda di pertandingan ketat. Pada akhirnya, aturan ini bukan hanya pembatas melainkan panduan untuk membuat voli semakin menarik, kompetitif, dan menyenangkan bagi semua pihak yang terlibat.